Apa Arti Piutang? Jenis, Ciri, dan Bedanya dengan Utang

apa arti piutang

Piutang adalah hak tagih perusahaan atau seseorang atas pembayaran yang belum diterima dari pihak lain. Kalau perusahaan Anda menjual barang hari ini tapi pembayarannya baru diterima bulan depan, nilai tagihan itu dicatat sebagai piutang di neraca. Artinya, uangnya memang belum ada di tangan, tapi secara hukum Anda berhak menerimanya.

Dalam akuntansi Indonesia, piutang masuk kategori aset lancar karena umumnya diharapkan bisa dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu kurang dari satu tahun. Ini berbeda dari investasi jangka panjang yang pemulihannya bisa butuh waktu bertahun-tahun.

Pengertian Piutang secara Lengkap

Piutang (accounts receivable atau receivables) adalah klaim atau hak yang dimiliki oleh satu pihak, disebut kreditur, atas sejumlah uang dari pihak lain, disebut debitur, yang timbul akibat transaksi bisnis, pemberian pinjaman, atau hubungan hukum lainnya.

Di perusahaan dagang, piutang paling banyak muncul dari penjualan kredit kepada pelanggan. Di perbankan, piutang muncul dari kredit yang diberikan kepada nasabah. Di hubungan antar individu, piutang muncul dari pinjaman uang yang belum dikembalikan.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengatur cara pengakuan dan pengukuran piutang dalam laporan keuangan. Piutang diakui pada saat hak atas imbalan tidak bersyarat sudah timbul, misalnya pada saat barang diserahkan kepada pembeli atau jasa selesai diberikan.

Jenis-Jenis Piutang

Piutang Dagang (Piutang Usaha)

Piutang dagang atau trade receivables adalah jenis yang paling umum dijumpai dalam bisnis. Muncul saat perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit tanpa dokumen formal selain faktur (invoice). Biasanya berjangka pendek, antara 30 hingga 60 hari, dan tidak dikenakan bunga.

Contoh: Toko grosir di Surabaya mengirim 500 karton mie instan ke minimarket jaringan dengan syarat pembayaran NET 30 (dibayar dalam 30 hari). Tagihan itu dicatat sebagai piutang dagang di buku toko grosir, dan sebagai utang dagang di buku minimarket.

Piutang Wesel

Piutang wesel (notes receivable) lebih formal dibanding piutang dagang karena didukung dokumen tertulis yang disebut surat wesel atau promes (promissory note). Perjanjian ini mencantumkan jumlah, jangka waktu, dan besaran bunga yang harus dibayar.

Menurut IAI, piutang wesel umumnya berjangka lebih dari 60 hari. Ini yang membedakannya dari piutang dagang yang berjangka lebih pendek. Perusahaan yang memberikan tempo pembayaran lebih panjang kepada pelanggan biasanya meminta surat wesel sebagai bukti komitmen yang lebih kuat secara hukum.

Piutang wesel dibagi dua berdasarkan perlakuan bunganya: wesel berbunga dan wesel tanpa bunga. Keduanya tetap dicatat sebagai aset di neraca, tapi cara menghitung nilainya berbeda.

Baca juga: Contoh Surat Undangan Lomba 17 Agustus untuk Warga

Piutang Lain-Lain

Selain dua jenis di atas, ada piutang yang tidak berasal dari kegiatan operasional utama perusahaan. Disebut piutang lain-lain (other receivables), contohnya meliputi:

  • Piutang bunga: bunga dari deposito atau obligasi yang belum diterima
  • Piutang karyawan: uang muka atau pinjaman kepada karyawan yang belum dikembalikan
  • Restitusi pajak: kelebihan bayar pajak yang sudah diajukan refund ke kantor pajak
  • Piutang asuransi: klaim kepada perusahaan asuransi yang belum dicairkan

Dalam neraca, piutang lain-lain dilaporkan terpisah dari piutang dagang dan wesel, biasanya di baris yang berbeda.

Ciri-Ciri Piutang

Ada beberapa karakteristik yang membedakan piutang dari jenis aset lainnya:

  • Bersifat klaim: Piutang adalah hak tagih, bukan barang fisik. Nilainya bergantung pada kemampuan dan kesediaan pihak yang berutang untuk membayar.
  • Timbul dari transaksi: Tidak ada piutang tanpa transaksi yang mendasarinya, baik jual beli, pemberian jasa, maupun pinjaman.
  • Ada nilai uang: Piutang selalu dinyatakan dalam satuan uang, bukan barang.
  • Ada pihak yang bertanggung jawab: Selalu ada debitur yang secara hukum berkewajiban melunasi piutang tersebut.
  • Ada jatuh tempo: Piutang punya batas waktu pembayaran, meski jangka waktunya bervariasi.

Perbedaan Piutang dan Utang

Piutang dan utang adalah dua sisi dari transaksi yang sama, dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Kalau perusahaan A menjual barang secara kredit kepada perusahaan B, maka A punya piutang (hak menerima uang) dan B punya utang (kewajiban membayar uang).

Perbedaan posisinya di laporan keuangan juga mencerminkan ini: piutang masuk sisi aset (apa yang dimiliki perusahaan), sementara utang masuk sisi liabilitas (apa yang wajib dibayar perusahaan). Keduanya bisa muncul sekaligus di neraca perusahaan yang sama, karena wajar jika sebuah perusahaan punya pelanggan yang belum bayar sekaligus pemasok yang belum dilunasi.

Risiko Piutang yang Perlu Diperhatikan

Piutang bukan aset bebas risiko. Ada dua risiko utama yang harus dipantau, terutama oleh tim keuangan perusahaan.

Pertama, risiko piutang macet atau bad debt. Ini terjadi saat debitur tidak mampu atau tidak mau membayar. Untuk mengantisipasinya, perusahaan membentuk cadangan penyisihan piutang ragu-ragu (allowance for doubtful accounts) yang dicatat sebagai pengurang nilai piutang di neraca.

Kedua, risiko keterlambatan pembayaran yang memengaruhi arus kas. Perusahaan yang punya banyak piutang belum tertagih tapi kewajiban jalannya terus, seperti gaji karyawan dan cicilan pinjaman, bisa mengalami kesulitan likuiditas meski di atas kertas kondisi keuangannya tampak baik.

Rasio yang sering dipakai untuk memantau kesehatan piutang adalah Days Sales Outstanding (DSO), yaitu rata-rata berapa hari perusahaan membutuhkan waktu untuk mengubah piutang menjadi kas. Semakin rendah DSO, semakin efisien pengelolaan piutangnya.

Baca juga: SIPAFI Wonogiri: Panduan Lengkap Akses dan Fiturnya

Pencatatan Piutang dalam Akuntansi

Dalam sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping), pencatatan piutang selalu melibatkan dua akun. Saat penjualan kredit terjadi, debit piutang dagang dan kredit pendapatan penjualan. Saat piutang dilunasi, debit kas dan kredit piutang dagang.

Aplikasi akuntansi seperti Accurate atau Jurnal by Mekari memudahkan pencatatan dan pemantauan piutang karena bisa mengirim pengingat otomatis ke debitur yang mendekati jatuh tempo, sekaligus menghasilkan laporan umur piutang (aging schedule) yang menunjukkan berapa lama masing-masing tagihan sudah beredar.

Memahami arti piutang bukan hanya soal hafal definisi, melainkan soal mengelola arus kas bisnis dengan lebih bijak. Piutang yang tidak terkontrol bisa menjadi jebakan likuiditas, sementara piutang yang dikelola dengan sistem yang baik justru menjadi cerminan kepercayaan antara bisnis dan pelanggannya.

Scroll to Top